Waktu masih zamannya ngekost di rusun Tanah Abang, biasanya dipagi hari, Rima dan saya selalu masak sarapan pagi dan makan siang untuk dibawa ke kantor. Hari itu, tidak seperti biasa. Kami tidak ada gairah untuk memasak. Akhirnya Rima berinisiatif untuk membuat havermouth saja.
Kami belum pernah sarapan havermouth, ini adalah pertama kalinya. Ternyata simpel cara memasaknya, cukup hanya dengan diseduh susu panas maka jadilah dia.
Waktu itu saya tidak langsung menyantapnya karena baru selesai mandi dan ingin rapih2 dulu. Setelah semuanya rapih, havermouth yang dari tadi sudah dihidangkan oleh rima sudah siap disantap. Dan, ughhhhhh.... yakss! rasanya sungguh2 tidak enak sekali.. rasa mentah! walaupun sudah dicampur susu.. dan.. uuhh,,, kental sekali! kenyal2 seperti lem sagu.. pikir saya, "saya tidak sanggup menghabiskannya", dan ingin rasanya saya langsung buang ke westafel, tapi itu tidak mungkin,, saya tidak mungkin membuangnya karena Rima sudah capek2 membuatnya..saya sayang sama dia..ini tidak mungkin dibuang..
Lalu saya cari cara untuk menghabiskannya. Setelah menimbang akhirnya saya menemukan caranya. Saya coba rubah sistematis berpikir saya. Karena saya suka sekali dengan Bubur Ayam, maka saya coba membayangkan bahwa saya sedang sarapan bubur ayam. Alhasil, wouw,, Havermouth citarasa Bubur Ayam! mulai dari aroma dan rasanya,, percis seperti bubur ayam! Satu piring havermourth kental itu selesai saya habiskan.
Hidup itu Indah.
Teman temanku tersayang,, hidup itu indah. Dan memang sungguh2 indah. Bagaimana mendapatkan keindahan itu semua kembali kepada cara pola pikir kita. Semua akan indah kalau kita berpikir indah. Semua akan sulit dan complicated kalau kita berpikir hal yang sama juga.
Banyak permasalahan didalam kehidupan kita dan yup benar2 tidak bisa kita hindari. Memang teori gampang dan sulit prakteknya. Tapi Tuhan Yesus kita sudah janji, bahwa dia akan disisi kita selalu, membantu, menolong dan memberikan jalan keluarnya. Yang pasti, Yesus tidak pernah ingkar janji. Dia akan tepati.
Selamat menjalani hidup!
Kami belum pernah sarapan havermouth, ini adalah pertama kalinya. Ternyata simpel cara memasaknya, cukup hanya dengan diseduh susu panas maka jadilah dia.
Waktu itu saya tidak langsung menyantapnya karena baru selesai mandi dan ingin rapih2 dulu. Setelah semuanya rapih, havermouth yang dari tadi sudah dihidangkan oleh rima sudah siap disantap. Dan, ughhhhhh.... yakss! rasanya sungguh2 tidak enak sekali.. rasa mentah! walaupun sudah dicampur susu.. dan.. uuhh,,, kental sekali! kenyal2 seperti lem sagu.. pikir saya, "saya tidak sanggup menghabiskannya", dan ingin rasanya saya langsung buang ke westafel, tapi itu tidak mungkin,, saya tidak mungkin membuangnya karena Rima sudah capek2 membuatnya..saya sayang sama dia..ini tidak mungkin dibuang..
Lalu saya cari cara untuk menghabiskannya. Setelah menimbang akhirnya saya menemukan caranya. Saya coba rubah sistematis berpikir saya. Karena saya suka sekali dengan Bubur Ayam, maka saya coba membayangkan bahwa saya sedang sarapan bubur ayam. Alhasil, wouw,, Havermouth citarasa Bubur Ayam! mulai dari aroma dan rasanya,, percis seperti bubur ayam! Satu piring havermourth kental itu selesai saya habiskan.
Hidup itu Indah.
Teman temanku tersayang,, hidup itu indah. Dan memang sungguh2 indah. Bagaimana mendapatkan keindahan itu semua kembali kepada cara pola pikir kita. Semua akan indah kalau kita berpikir indah. Semua akan sulit dan complicated kalau kita berpikir hal yang sama juga.
Banyak permasalahan didalam kehidupan kita dan yup benar2 tidak bisa kita hindari. Memang teori gampang dan sulit prakteknya. Tapi Tuhan Yesus kita sudah janji, bahwa dia akan disisi kita selalu, membantu, menolong dan memberikan jalan keluarnya. Yang pasti, Yesus tidak pernah ingkar janji. Dia akan tepati.
Selamat menjalani hidup!
No comments:
Post a Comment