Walaupun kami akrab hanya beberapa bulan terakhir, tapi Dia.., adalah adikku, sahabatku, dan teman terbaikku.
Sudah hampir 1,5 tahun sejak kepergian dirinya. Rasa kehilangan yang begitu mendalam masih tertera dalam hati. Dan aku masih sangat begitu sedih jika tanpa aku sadari mengingat dirinya.
Hari ini aku baru berani menuangkan rasa kehilanganku. Hingga saat menulis ini aku masih menangis..
Aku masih mengingat disaat terakhir aku memohon dengan sangat kepada Tuhan Yesus agar Dia dapat menyembuhkan dirimu. Meminta dengan sangat kepada Tuhan Yesus dan aku berjanji untuk menuruti panggilan Nya. Namun kemudian Tuhan memanggilmu. Aku terdiam. Karena aku tak akan pernah melihatmu lagi. Rasa sedihku membuat aku kehilangan kontrol diriku hingga aku sempat bertanya kepada Tuhan, "Kenapa Tuhan??"..
****
Teman.., waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Pesanku untukmu, jangan pernah sia-siakan cinta kasihmu terhadap keluargamu, kekasihmu, sahabatmu, dan saudaramu.
****Saat ini Aku ingin memohon maaf kepada Tuhan Yesusku,, maafkan aku karena aku sempat mengatakan hal itu. Maafkan aku karena kurangnya pengendalian diriku. Maafkan aku karena sampai saat ini aku masih menangis. Tapi Tuhan Yesus,, aku tahu bahwa itu semua adalah hal yang terbaik yang Engkau lakukan. Terimakasih karena Engkau menyadarkanku. Menyadarkan bahwa itu semua adalah hal-hal yang terbaik dan mengingatkanku bahwa kelak kita akan bertemu di surga.
Terima kasih Tuhan Yesus,Aku, yang sejak kepergian sahabatku hingga saat ini tidak dapat tidur tanpa cahaya,.
No comments:
Post a Comment